Rabu, 03 Desember 2014

#7 Tujuh


Adik pertama: paak...bapak, dimana pak?
Bapak : opo le ko bengok bengok?
Adik pertama : itu pak bebeknya ada yang sakit..
Bapak: yang mana?
Bergegas bapak memeriksa bebek satu per satu. Bapak mendapati seekor bebek yang jalannya terlihat paling lemah.
Bapak : lha kenangopo bebeke le?
Adik pertama :mboten ngertos kulo pak, kadose cileren (sepertinya sakit)
Bapak :eman eman temen yaa.ya wis dibeleh wae..(sayang sekali, ya udah dipotong saja)
 

yess!! yess!! Hatinya bersorak gembira, akhirnya keinginannya untuk makan enak kesampaian juga hari ini.
Selang satu jam tercium aroma bebek ungkep yang sedap menggoda. Sang adik sudah tak sabar untuk segera bersantap. Kali ini kakak dan adik adiknya harus berterima kasih padanya karena ide cemerlang-nyalah hari ini mereka makan daging bebek. Ide itu tak sengaja muncul saat angon bebek sore tadi, dia harus mengesampingkan rasa kasihannya dengan memukuli salah satu bebek sampai babak-belur hingga terlihat sakit. Sebenarnya dia tak tega. Itu adalah bebek bebek kesayangannya.tapi dia tak punya pilihan lain. Terbersit rasa bersalah di hati kecilnya.kakak dan adik adiknya terlihat bahagia pada santap malam kali itu, dan dia sambil menggigit daging bebeknya yang lezat didalam hati berkata "maafkan aku bebek temanku......" #KembangDesa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar