Rabu, 03 Desember 2014
#6 Enam
Kraak...kreeekk... dipan reyot itu bersuara seiring gerakan sang adik yang berusaha mencari posisi nyaman untuk tidur. Dibawah dipannya berjejer bebek-bebek peliharaan mereka.
Mereka selalu bersama seakan tak terpisahkan. Malam itu sang adik tidak bisa tertidur secepat seperti biasanya. Dia sedang berpikir, bukan tentang tugas disekolahnya dan bukan juga tentang sepatunya yang sudah usang dan berlubang. Dia berpikir sudah lama sekali mereka sekeluarga tidak makan enak. Mereka makan enak kalo lebaran, kalo diajak ke hajatan sanak saudara atau kalo bapak pulang kenduren bawa berkat. Dia memutar otak bagaimana caranya. Dia memiringkan badan kekanan, teringat celengannya yg penuh dengan koin. Apakah dia harus memecahkannya untuk membeli sebungkus nasi rames disamping sekolah yang selalu membuatnya menelan ludah setiap melewatinya? Tapi haruskah dia memakainya hanya untuk makan enak? Bagaimana dengan kakak dan adiknya? Dia pasti akan sereten (susah menelan) saat makan enak sendirian. Dia berbalik miring kekiri....tak ada inspirasi, yang ada hanya suara gluthak gluthak dibawah dipannya. Tapi dia ingin sekali makan enak.akhirnya sang adikpun tertidur dan bermimpi sedang makan daging bebek... #KembangDesa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar