Senin, 22 Desember 2014
#18 Delapan Belas
Kabar ditentangnya niat sang pemuda untuk melamar bunga desa sudah sampai ke Bapak. Mengetahui bahwa putrinya juga menaruh hati Bapak hanya bisa memberi nasihat, bahwa jodoh ditangan Gusti Allah.
Beberapa bulan kemudian menikahlah sang pemuda dengan gadis pilihan Ibunya. Sebagai calon penerus keluarga dia tak mampu menolak keputusan sang ibu. Walaupun sungguh di hati kecilnya cintanya hanya untuk sang bunga desa.
Di tempat lain, seorang gadis sedang menangis pilu.cinta pertamanya yang baru mekar pupus sudah.mimpinya yang indah telah hancur berkeping keping. Bayangan sang pemuda yang setiap pagi menunggunya menari nari didepan mata. Tatapan matanya yang penuh cinta dan senyumnya yang tak terlupakan tak bisa hillang dari ingatannya.
Beginikah rasanya putus cinta?.memang tidak pernah ada ikrar cinta diantara mereka, tapi hati mereka seakan telah menyatu dalam cinta dan kini semua itu tinggalah kenangan belaka....#kembangdesa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar