Senin, 22 Desember 2014

#19 Sembilan Belas


Tak ada yang perlu disesali. Semua yang terjadi adalah atas kehendaknya.walaupun berat sang bunga desa mengalihkan perhatiannya untuk hal yang lebih positif.dia mengumpulkan remaja putri di kampungnya dan membentuk kelompok barjanjen(barzanji) dan kelompok Al quranan yang dilakukan seminggu sekali bergantian dari rumah ke rumah.awalnya banyak sekali yang menentang.tapi dia terus berjuang dan akhirnya anggotanya bertambah banyak.
Kadang kalau dia teringat kisah cintanya hilanglah selera makannya walaupun simbok dengan filsafat jawanya kala itu selalu mengingatkan
" nek segone ora entek mengko pitike mati"(kalo nasinya tidak habis maka ayamnya akan mati) atau
" nek piringe di pangku mengko bojone direbut wong liyo"(kalo makan piringnya dipangkuan nanti suaminya diambil orang.ada lagi,
"Nek mangan nang ngarep lawang ora ono sing nglamar"(kalo makan didepan pintu nanti tidak ada yang melamar)ada lagi,
"Nek mangan karo turu mengko bojone gembeng"(kalo makan sambil tiduran nanti suaminya malas) ada lagi,
"nek mangan lawuhe sing enak nggo keri men tuo ora rekoso"(kalo makan lauk yang paling enaknya buat terakhir biar masa tuanya tidak menderita) dan masih banyak lagi do and dont lainnya bahkan itupun masih terus disampaikan kelak ke anak cucunya...‪#‎kembangdesa‬

Tidak ada komentar:

Posting Komentar