Senin, 22 Desember 2014

#17 Tujuh Belas



tak ada obrolan, surat cinta, sms apalagi telfonan. Cinta mereka begitu tulus dan terjaga. Seolah hati mereka bisa menyampaikan pesan melalui mata dan senyuman.
Kabar tentang putra pak kyai yang menyukai sang bunga desa sudah terlanjur menyebar. Hal itu membuat bapak bertanya pada gadis sulungnya dan sang gadis hanya bisa terdiam tak mampu membenarkan.walaupun di lubuk hatinya bunga bunga cinta itu semakin subur berkembang.
Di kediamannya sang pemuda berterus terang menyampaikan keinginannya untuk mempersunting pujaan hatinya. Kedua orangtuanya terkejut. Ibunya begitu marah saat mendengar keinginan itu. Menurutnya gadis itu tidak pantas bersanding dengan putranya yang keturunan kyai, kaya raya dan mempunyai sawah yang sangat luas. Gadis itu hanyalah gadis biasa anak seorang petani yang mempunyai sawah kecil dan penjual obat keliling. Keluarga mereka akan malu jika sampai putra kebanggaannya dan calon penerus mereka hanya beristrikan orang yang tidak punya. Masih banyak gadis yang lebih cantik darinya dan kaya raya yang akan bersedia menjadi istrinya. Ibu sang pemuda itupun segera mengatur perjodohan dengan gadis lain untuk putranya....‪#‎kembangdesa‬

Tidak ada komentar:

Posting Komentar