Senin, 22 Desember 2014
#Ending
Tigapuluh tahun kemudian: sang bunga desa kini telah menggapai cita citanya.kini dia menjadi seorang kepala sekolah.Aktif di berbagai organisasi di tingkat kecamatan dan kabupaten.di rumahnya masih berdiri taman belajar alquran al imron(diambi dari nama bapak).
Dia telah mempunyai tiga orang cucu.lima tahun yang lalu suaminya telah lebih dulu dipanggil Yang Kuasa.banyak yang datang mendekatinya namun dia selau berkata walaupun suaminya telah tiada tapi dia masih terus hidup dihatinya.perjuangannya kini sendiri lagi.
bapak dan simbok sudah sangat sepuh tapi masih sehat.mereka juga sudah berhaji.kehidupan mereka sudah jauh lebih baik. Tidak ada lagi yang menghina mereka sekarang.bapak dan simbok mempunyai dua belas cucu dan tiga orang buyut....-the end- #kembangdesa
Ibu kepersembahkan tulisan ini untukmu ibuku...
Di hari spesial ini aku tak bisa bersimpuh dikakimu atau bahkan sekedar memeluk dan memasak untukmu...
Hanya bisa berdoa dari kejauhan untuk kesehatan dan kebahagiaanmu sambil menahan rindu..
Ya engkaulah sang bunga desa itu ibuku..
Terangkai dari kisah dan cerita om, bulik, mbah kakung dan mbah rayi, tetanggga dan semuanya...
Walaupun kecantikanmu tak menurun padaku(hahaaa) tapi prinsip hidup dan perjuanganmu ingin kutiru.
Aku yakin diluar sana banyak yang perjuangan dan pencapainnya lebih hebat darimu, tapi bagiku engkaulah ibu terbaik bagi anak anakmu...
Walaupun kadang kata kata mu terasa pahit tapi itu bagaikan obat yang menyembuhkan.karena tidak setiap yang manis itu baik.
Selamat hari ibu my mom, semoga senantiasa dalam limpahan nikmat dan berkah Yang Kuasa.
Maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu, walaupun aku yakin bahagiaku adalah bahagiamu.
Aku ingin menjadi ibu sepertimu ibuku...aamiin.
#22 Dua Puluh Dua
Selang beberapa minggu berkumpulah semua pembina pramuka di madrasah.tak disangka ternyata pemuda itu dan bunga desa sudah saling kenal sebelumnya.pemuda itu ingat sekali saat dia praktek mengajar disebuah sekolah. Ya dia pernah mengajar dikelas sang bunga desa.dia bahkan masih ingat saat awal awal berdiri didepan kelas dia sempat terpukau oleh kecantikan muridnya itu.
Hari berganti bulan. Kebersamaan sang pemuda dan bunga desa semakin sering karena sang gadis telah dipercaya juga untuk mengajar di madrasah itu. Benih benih cinta pun tumbuh diantara mereka.witing tresno jalaran soko kulino.itu kata orang jawa.walaupun sang bunga desa sempat ragu karena ternyata adik pemuda itu yang juga sama sama pengajar pernah menyatakan perasaan cintanya.
Singkat cerita akhirnya sang pemuda datang ke rumah bapak dan simbok untuk meminangnya.pemuda itu adalah pelamar ke empat puluh satu dalam hidupnya dan dia tak kuasa menolak. Membuat kumbang kumbang yang lain pupus harapan untuk memilikinya.memang bapak juga selalu bilang bahwa harta bukanlah jaminan kebahagiaan.Saat itu usia pemuda 29 tahun dan sang bunga desa 20 tahun.mereka menikah karena cinta.but It is not like a barbie movie with ending" they live together and happily ever after"...karena perjuangan mereka tak berhenti sampai disitu. Setelah menikah mereka tinggal dikampung sang gadis dan merintis taman belajar alquran dirumahnya.saat anak pertama lahir pemuda itu diangkat menjadi pegawai negeri sipil.saat anak kedua lahir istrinya juga diangkat menjadi pegawai negeri...#kembangdesa
#21 Dua Puluh Satu
Ditempat berbeda seorang pemuda yatim anak keempat dari lima bersaudara tergesa gesa masuk ke pasar . Dengan rute tercepat yang dihafalnya maka segeralah dia menemukan ibunya yang sedangg berjualan bumbu dapur di salah satu sudut pasar itu.ibunya memberikan sebuah bungkusan untuk dibawa pulang ke rumah kontrakan mereka. Dengan tergesa gesa juga dia segera berjalan pulang dari pasar ke rumah kontrakannya.sampai di sebuah rumah kecil dia masuk dan sudah ditunggu oleh adik laki lakinya. Dibukanya bungkusan dari sang ibu, satu kilo beras, sebungkus tahu mentah dan segenggam cabai rawit.dengan cekatan dia menanak nasi.sambil menunggu nasi matang dia mengambil ulekan, cabai rawit, garam dan bawang putih.ya dia sedang membuat sambel gosreh(sambal mentah).kemudian dia menuangkan air panas dari termos ke mangkuk dan membubuhinya dengan sedikit garam.tahu mentah yang sudah dicuci direndam didalam air garam tadi.saat nasi sudah matang dua bersaudara itu tidak sabar untuk makan.nasi yang masih mengepul panas dengan lauk tahu mentah dan sambel gosreh.sungguh nikmatnya bagi mereka.dan setiap haripun begitu.
kakak perempuan mereka telah menikah dan tinggal bersama suami di daerah kaliwiro.kakak kedua juga sudah menikah dan menetap di kalibeber.kakak ketiga sedang melanjutkan pendidikan di luar kota.tinggalah sang pemuda dan adiknya menemani ibu .ayah mereka telah lama meninggal sewaktu mereka semua masih kecil.beruntung ayahnya adalah seorang mantri kesehatan sehingga masih ada sedikit uang pensiunan untuk bekal mereka sekolah berlima, sisanya adalah hasil keringat ibu berjualan bumbu di pasar.sehabis maghrib sang pemuda selalu menyempatkan ke musholla dekat rumahnya.mengajari anak anak membaca alquran dan turutan(belum ada iqra saat itu).dia juga aktif dalam kegiatan pemuda di kampungnya.tubuhnya yang tinggi besar kontras dengan kepribadiannya yang ramah dan humoris.setelah selesai pendidikannya dia mengabdi di sebuah Madrasah tsanawiyah.selain mengajar dia juga aktif sebagai pembina pramuka.
Suatu saat di madrasah tersebut membutuhkan tambahan seorang pembina lagi.salah satu guru seniornya mengusulkan sebuah nama, dan itu adalah nama sang bunga desa....#kembangdesa
#20 Dua Puluh
Pendidikannya di PGA(pendidikan guru agama) sudah mendekati kelulusan.bapak dan simbok tidak sabar menunggu saat itu tiba.sejak sekolah dasar hingga menjelang kelulusannya sudah terhitung empat puluh orang pria yang kecewa karena pinangannya tidak diterima. Selain dari penduduk kampungnya sebagian lagi lagi dari tetangga desa dan luar kota. sungguh godaan yang besar.Tapi sungguh itu semua bukan karena kesombongan sang bunga desa tapi karena tekadnya yang ingin melanjutkan pendidikan.
Setelah lulus sang bunga desa mengabdi menjadi guru di taman kanak kanak. Honor pertama yang diterima kala itu sebesar enam ribu rupiah. hal itu semakin membuat orang orang yang suka menghinanya semakin menjadi jadi.ternyata walaupun sekolah juga bayarannya tidak lebih tinggi dari mereka. tapi sang bunga desa tetap berkeyakinan bahwa gusti Allah telah mengatur segalanya.doa dan ikhtiar pun terus dijalankan...#kembangdesa
#19 Sembilan Belas
Tak ada yang perlu disesali. Semua yang terjadi adalah atas kehendaknya.walaupun berat sang bunga desa mengalihkan perhatiannya untuk hal yang lebih positif.dia mengumpulkan remaja putri di kampungnya dan membentuk kelompok barjanjen(barzanji) dan kelompok Al quranan yang dilakukan seminggu sekali bergantian dari rumah ke rumah.awalnya banyak sekali yang menentang.tapi dia terus berjuang dan akhirnya anggotanya bertambah banyak.
Kadang kalau dia teringat kisah cintanya hilanglah selera makannya walaupun simbok dengan filsafat jawanya kala itu selalu mengingatkan
" nek segone ora entek mengko pitike mati"(kalo nasinya tidak habis maka ayamnya akan mati) atau
" nek piringe di pangku mengko bojone direbut wong liyo"(kalo makan piringnya dipangkuan nanti suaminya diambil orang.ada lagi,
"Nek mangan nang ngarep lawang ora ono sing nglamar"(kalo makan didepan pintu nanti tidak ada yang melamar)ada lagi,
"Nek mangan karo turu mengko bojone gembeng"(kalo makan sambil tiduran nanti suaminya malas) ada lagi,
"nek mangan lawuhe sing enak nggo keri men tuo ora rekoso"(kalo makan lauk yang paling enaknya buat terakhir biar masa tuanya tidak menderita) dan masih banyak lagi do and dont lainnya bahkan itupun masih terus disampaikan kelak ke anak cucunya...#kembangdesa
#18 Delapan Belas
Kabar ditentangnya niat sang pemuda untuk melamar bunga desa sudah sampai ke Bapak. Mengetahui bahwa putrinya juga menaruh hati Bapak hanya bisa memberi nasihat, bahwa jodoh ditangan Gusti Allah.
Beberapa bulan kemudian menikahlah sang pemuda dengan gadis pilihan Ibunya. Sebagai calon penerus keluarga dia tak mampu menolak keputusan sang ibu. Walaupun sungguh di hati kecilnya cintanya hanya untuk sang bunga desa.
Di tempat lain, seorang gadis sedang menangis pilu.cinta pertamanya yang baru mekar pupus sudah.mimpinya yang indah telah hancur berkeping keping. Bayangan sang pemuda yang setiap pagi menunggunya menari nari didepan mata. Tatapan matanya yang penuh cinta dan senyumnya yang tak terlupakan tak bisa hillang dari ingatannya.
Beginikah rasanya putus cinta?.memang tidak pernah ada ikrar cinta diantara mereka, tapi hati mereka seakan telah menyatu dalam cinta dan kini semua itu tinggalah kenangan belaka....#kembangdesa
#17 Tujuh Belas
Kabar tentang putra pak kyai yang menyukai sang bunga desa sudah terlanjur menyebar. Hal itu membuat bapak bertanya pada gadis sulungnya dan sang gadis hanya bisa terdiam tak mampu membenarkan.walaupun di lubuk hatinya bunga bunga cinta itu semakin subur berkembang.
Di kediamannya sang pemuda berterus terang menyampaikan keinginannya untuk mempersunting pujaan hatinya. Kedua orangtuanya terkejut. Ibunya begitu marah saat mendengar keinginan itu. Menurutnya gadis itu tidak pantas bersanding dengan putranya yang keturunan kyai, kaya raya dan mempunyai sawah yang sangat luas. Gadis itu hanyalah gadis biasa anak seorang petani yang mempunyai sawah kecil dan penjual obat keliling. Keluarga mereka akan malu jika sampai putra kebanggaannya dan calon penerus mereka hanya beristrikan orang yang tidak punya. Masih banyak gadis yang lebih cantik darinya dan kaya raya yang akan bersedia menjadi istrinya. Ibu sang pemuda itupun segera mengatur perjodohan dengan gadis lain untuk putranya....#kembangdesa
Selasa, 16 Desember 2014
Produk yang dapat memperbaiki "Gen" anda.
Testimonial Pengguna ageLOC R2 di seluruh dunia.
Suplemen untuk me-NORMAL-kan Kolesteror anda!
CholestiMax adalah suplemen Ekslusif dari hasil fermentasi beras ragi merah (monascus purpureus went), yang telah terstandarisasi secara ilmiah dan bekerja sebagai penghambat reuktase HMG-CoA, yaitu enzim yang mengatur produksi kolestrol.
CholestiMax merupakan suplemen makanan alami yang secara klinis mampu menjadikan kadar kolestrol kita berada pada kadar yang sehat.
#16 Enam Belas
Pagi itu adalah pagi ter-indah sepanjang hidupnya. Sinar matahari mulai mengintip dari balik dedaunan menyapa lembut kepadanya. Kicau burung yang berangkat mencari makan bagaikan nyanyian nan merdu di telinganya.
Alam serasa ikut berdendang seiring hatinya yang berbunga bunga. Pagi itu sang Pemuda di persimpangan tidak hanya menatapnya tapi juga memberikannya sebuah senyuman. Senyuman yang membuatnya tidak fokus pada pelajaran hari itu. Senyuman yang mampu membuat telinganya tidak mendengar obrolan teman teman di sampingnya.senyuman yang menghiasi mimpi-mimpinya. Senyuman yang bisa membuatnya tersipu malu bahkan saat sedang sendirian.
Dia tahu pemuda itu memang ada disana untuk dirinya.dia bisa melihat itu dari matanya yang berbicara. bahasa tanpa kata, itulah perasaan mereka.
Badannya tidak terlalu besar, kulitnya kecokelatan, tatapan matanya tajam dan senyumnya tak terlupa-kan.sebelumnya dia jarang sekali melihat pemuda itu.dia hanya pernah mendengar dari pembicaraan tetangga bahwa pemuda itu menuntut ilmu agama di sebuah pondok(pesantren) di luar kota. Dia adalah putra dari seorang Kyai di desanya....#kembangdesa
#15 Lima Belas
Tak terasa sang bunga desa telah beranjak remaja. Hari ini sebelum berangkat sekolah dia menyempatkan diri bercermin lebih lama dari biasanya. Disisir nya rambutnya yang ikal memanjang, diambilnya sebutir bedak bikinan Simbok (terbuat dari tepung beras dicampur air kemudian dibentuk bulat dan dijemur). hati hati diremukkan sebagian bedak tadi dengan kedua telapak tangannya dan diratakan ke-kulit wajahnya. Kemudian dia mengambil kerudung yang berbentuk seperti selendang panjang untuk menutupi kepalanya, bagian yang ter-juntai di selendang-kan di pundaknya.begitulah cara para gadis memakai kerudung kala itu sehingga masih nampak rambut rambut kecil di kening mereka.
Ya sang bunga desa sedang jatuh cinta. Untuk pertama kalinya dia merasakan getaran itu.waktu berangkat sekolah seakan menjadi waktu yang begitu mendebarkan. Perasaan yang sulit diungkapkan.setiap pagi ada seorang pemuda yang sepertinya sedang menunggu untuk sekadar melihatnya di persimpangan jalan dekat bukit kecil.entah-lah apakah itu hanya perasaannya saja dia juga tidak tahu.tapi hampir sebulan pemuda itu selalu berdiri di sana ditempat yang sama sambil terus memandangnya. Saat pandangan mereka bertemu lututnya agak gemetar, wajahnya terasa panas, jantungnya berdegup kencang, lidahnya juga terasa kelu dan dia hanya bisa buru buru menundukan kepala dan berjalan lebih cepat sambil menyembunyikan wajahnya yang merona....#kembangdesa
#14 Empat Belas
Yang paling diingat dari Adik kedua adalah ketika Guru SD nya bertanya kepada keluarga apakah penulisan namanya tetap atau akan diubah, ketika itu pula sang Kakak mempunyai gagasan untuk memberi nama yang lebih indah dan bermakna daripada nama panggilan adik keduanya saat itu.
Kelak nama pemberian sang Kakak lah yang dipakai dan sesuai bersanding dengan gelar profesi-nya.
Saat Sekolah Menengah Atas Adik kedua memilih sekolah di luar kota yang membuatnya harus berpisah dengan keluarga dan tinggal di asrama. Bapak dan Simbok serta kedua kakaknya bergantian menjenguk.
Setiap kali mereka datang, di bawakan-lah perbekalan makan seperti beras, ikan asin dan tak lupa telur bebek.teman teman se-kamarnya banyak dan ikut senang jika Bapak atau Simbok datang. Walaupun mereka bukan keluarga berada tapi mereka sangat senang berbagi. Dan yang paling ditunggu adalah saat makan bersama di asrama bagaimana untuk tetap berhemat satu telur bebek di-kocok dan ditambahkan air untuk kemudian digoreng menjadi telur dadar yang sangat-sangat tipis dan lebar sehingga cukup dibagi menjadi lauk untuk berempat atau bahkan berlima.....#kembangdesa
#13 Tiga Belas
Adik keduanya seorang perempuan yang bertubuh mungil, parasnya tak kalah cantik dengan sang kakak.
Saat dia mulai sekolah menengah sempat dititipkan di saudara simbok yang dekat dengan sekolah. Ia memanggilnya Mbokde.
Mbokde termasuk keluarga berada.mempunyai usaha pembuatan tempe. Adik kedua sering membantunya. Dan disanalah dia baru mengenal yang namanya bawang (bawang putih/garlic . red), brambang (bawang merah/onion .red),kemiri, ketumbar dan rempah lainnya karena di rumah Simbok tak pernah memakai itu semua saat memasak. Simbok hanya memakai garam dan gula saja.
Di sekolah sering dia ditanya kenapa tidak pernah jajan, dan jawabannya selalu sama bahwa dia sedang berpuasa Sunnah.padahal dia hanya berpuasa Senin dan Kamis sisanya karena dia memang tidak punya uang jajan.....#kembangdesa
#12 Dua Belas
Melakukan apapun yang bisa dilakukan disana. Jika sehabis panenan biasanya dia mencari kluban sawah (sejenis tanaman liar yang bisa di buat sayur .red), nyiwil telo di galengan (pematang .red) sawah, metik mlanding atau tebu. Atau apapun yang bermanfaat bagi mereka.
Sedangkan Adik pertama bisa bermain bersama temannya sambil nener (mencari ikan), repek (mencari kayu bakar) atau mengumpulkan cengkeh yang jatuh kemudian dijemur dan bisa dijual.
Itulah kegiatan mereka sehari hari jangankan bermain games di handphone bahkan listrik pun belum masuk ke desa mereka kala itu.penerangan hanya memakai lampu teplok, senthir dan paling bagus adalah lampu petromax....tapi itu semua tak membuat mereka mengeluh..... #KembangDesa
#11 Sebelas
Selesai sholat shubuh anak-anak seusia mereka berlarian berebut mendapatkan urutan pertama mengaji ke Pak Kyai. Di Pak Kyai selesai, gadis itu dan adiknya mengejar waktu untuk kembali mengaji ke rumah pak Basuki.
Pulang mengaji sementara Adik pertamanya angon bebek sang gadis membantu Simbok di rumah. Membangunkan dua adiknya yang lain yang masih kecil dan menyapu halaman. Bergantian mandi dipancuran bambu samping rumah dengan anggota keluarga yang lain.
Satu persatu semua pergi meninggalkan rumah. Bapak berangkat ke sawah dengan segala perlengkapannya, topi tudung berbentuk kerucut, golok di pinggangnya dan pacul (cangkul) yang diletakkan di bahunya. Sekitar jam setengah enam sang gadis dan adik pertamanya berpamitan berangkat sekolah dengan bekal telur bebek yang dijual untuk ongkos.
Simbok pun bersiap memasak untuk nanti dikirim ke sawah...... #KembangDesa
#10 Sepuluh
Kabar tentang adanya seorang bunga desa nan jelita, begitu cepat menyebar ke segala penjuru. Tak kurang hampir dua puluh pemuda datang ke rumah sang bunga desa untuk mendapatkan cintanya, namun semua pulang dengan tangan hampa.
Tapi dari semua yang datang dan pulang bisa menerima alasannya yang ingin terus menggapai cita-cita. Tak ada dendam yang ada mereka semua semakin tak kuasa menolak pesona sang dara yang tidak hanya cantik tapi juga santun dan berpengetahuan..... #KembangDesa
#9 Sembilan
Tantangan untuk terus menuntut ilmu tak hanya berupa ejekan tetangganya tapi juga datang dari kumbang-kumbang di sekitar sang bunga desa. Kulit putihnya, hidung mancungnya dan gerai rambut ikal bergelombangnya sungguh melengkapi paras ayu sang bunga desa.
Sejak lulus dari sekolah dasar sudah ada beberapa pria yang datang ke rumah tuk meminangnya.namun betapa bijak Bapak saat itu. Dengan tidak mengurangi rasa tersanjung dari tamu yang datang bapak berkilah bahwa anak gadisnya belum ada keinginan untuk berumah tangga. Bapak menjelaskan anaknya masih ingin terus sekolah.
Tak sedikit para pria yang datang itu berasal dari keluarga berada.
Pelamar pertama adalah anak tunggal yang cukup tampan,orangtuanya mempunyai sawah yang luas, punya beberapa sapi dan kerbau. Dia adalah tetangga di RT sebelah.
Pelamar kedua masih terhitung keluarga jauh. Keluarganya lebih kaya daripada pelamar pertama. Pria itu sangat baik pada sang bunga desa, sering memperhatikan saat dia berangkat sekolah, sering menawarkan bantuan kepada bapak dan simbok. bahkan saat bapak sudah menolak sehalus mungkin, dia tetap bersikukuh akan menunggu pujaan hatinya sampai selesai menuntut ilmu..... #KembangDesa
Selasa, 09 Desember 2014
Jinandra
Whhuuaaa udah dua malem jinand ku demam, jadinya rewel dan rewel terus...begadang lagi sama ayah.hooaaamm pagi pagi walau kantuk masih terasa sebelum berangkat ayah nyempetin waktu nganter bunda dan jinand ke klinik.padahal ayah lagi training irca di slipi, jaraknya jelas lebih jauh dari pada ke office.makasih ya yah....
Ini klinik baru yang kerjasama sama inhealth tadinya sih klinik yang di jl raya bogor eh sejak september pindah kesini.dokternya ampun kaya es batu , dingin dan kaku(maaf ya dok).udah gitu cuma distetoskop aja padahal kan keluhannya demam boro boro di cek suhu nya .walaupun udah tau sih dirumah juga ada temp.yo wis lah aku ra popo.mungkin karena udah lanjut usia dilihat dari banyaknya uban (maaf lagi ya dok heheee).akhirnya dapet obat turun panas sama antibiotik.
Selesai periksa ayah langsung berangkat jadinya ngojek deh mampir dulu di tukang urut bayi namanya nek trisna di kampung asem.udah lumayan sering sih kesini.
Ya robbi ternyata my jinand kecetit .sempet nangis bentar pas diurut abis itu kaya mapan keenakan..heheeee...emang enak ya dek dipijet.
Pulang sama ojek lagi .selama perjalanan dan sampai sore jinand tidurnya nyenyak banget...alhamdulillah...akhirnya bunda, ayah sama kakak nabiel bisa melihat senyummu lagi ya nak...we love u...
Rabu, 03 Desember 2014
Nu Skin Technology
- STANFORD UNIVERISTY
- LifeGen Technology
Why Nu Skin
Mau Cantik, dan Berpengahasilan Lebih
#8 Delapan
Tantangan untuk terus menuntut ilmu tak hanya berupa ejekan tetangganya tapi juga datang dari kumbang kumbang di sekitar sang bunga desa.
Kulit putihnya, hidung mancungnya dan gerai rambut ikal bergelombangnya sungguh melengkapi paras ayu sang bunga desa.
Sejak lulus dari sekolah dasar sudah ada beberapa pria yang datang ke rumah tuk meminangnya.namun betapa bijak bapak saat itu.dengan tidak mengurangi rasa tersanjung dari tamu yang datang bapak berkilah bahwa anak gadisnya belum ada keinginan untuk berumah tangga.bapak menjelaskan anaknya masih ingin terus sekolah.
Tak sedikit para pria yang datang itu berasal dari keluarga berada.
Pelamar pertama adalah anak tunggal yang cukup tampan,orangtuanya mempunyai sawah yang luas, punya beberapa sapi dan kerbau.dia adalah tetangga di rt sebelah.
Pelamar kedua masih terhitung keluarga jauh.keluarganya lebih kaya daripada pelamar pertama. Pria itu sangat baik pada sang bunga desa, sering memperhatikan saat dia berangkat sekolah, sering menawarkan bantuan kepada bapak dan simbok. bahkan saat bapak sudah menolak sehalus mungkin, dia tetap bersikukuh akan menunggu pujaan hatinya sampai selesai menuntut ilmu.....#KembangDesa
#7 Tujuh
Adik pertama: paak...bapak, dimana pak?
Bapak : opo le ko bengok bengok?
Adik pertama : itu pak bebeknya ada yang sakit..
Bapak: yang mana?
Bergegas bapak memeriksa bebek satu per satu. Bapak mendapati seekor bebek yang jalannya terlihat paling lemah.
Bapak : lha kenangopo bebeke le?
Adik pertama :mboten ngertos kulo pak, kadose cileren (sepertinya sakit)
Bapak :eman eman temen yaa.ya wis dibeleh wae..(sayang sekali, ya udah dipotong saja)
yess!! yess!! Hatinya bersorak gembira, akhirnya keinginannya untuk makan enak kesampaian juga hari ini.
Selang satu jam tercium aroma bebek ungkep yang sedap menggoda. Sang adik sudah tak sabar untuk segera bersantap. Kali ini kakak dan adik adiknya harus berterima kasih padanya karena ide cemerlang-nyalah hari ini mereka makan daging bebek. Ide itu tak sengaja muncul saat angon bebek sore tadi, dia harus mengesampingkan rasa kasihannya dengan memukuli salah satu bebek sampai babak-belur hingga terlihat sakit. Sebenarnya dia tak tega. Itu adalah bebek bebek kesayangannya.tapi dia tak punya pilihan lain. Terbersit rasa bersalah di hati kecilnya.kakak dan adik adiknya terlihat bahagia pada santap malam kali itu, dan dia sambil menggigit daging bebeknya yang lezat didalam hati berkata "maafkan aku bebek temanku......" #KembangDesa
#6 Enam
Kraak...kreeekk... dipan reyot itu bersuara seiring gerakan sang adik yang berusaha mencari posisi nyaman untuk tidur. Dibawah dipannya berjejer bebek-bebek peliharaan mereka.
Mereka selalu bersama seakan tak terpisahkan. Malam itu sang adik tidak bisa tertidur secepat seperti biasanya. Dia sedang berpikir, bukan tentang tugas disekolahnya dan bukan juga tentang sepatunya yang sudah usang dan berlubang. Dia berpikir sudah lama sekali mereka sekeluarga tidak makan enak. Mereka makan enak kalo lebaran, kalo diajak ke hajatan sanak saudara atau kalo bapak pulang kenduren bawa berkat. Dia memutar otak bagaimana caranya. Dia memiringkan badan kekanan, teringat celengannya yg penuh dengan koin. Apakah dia harus memecahkannya untuk membeli sebungkus nasi rames disamping sekolah yang selalu membuatnya menelan ludah setiap melewatinya? Tapi haruskah dia memakainya hanya untuk makan enak? Bagaimana dengan kakak dan adiknya? Dia pasti akan sereten (susah menelan) saat makan enak sendirian. Dia berbalik miring kekiri....tak ada inspirasi, yang ada hanya suara gluthak gluthak dibawah dipannya. Tapi dia ingin sekali makan enak.akhirnya sang adikpun tertidur dan bermimpi sedang makan daging bebek... #KembangDesa
#5 Lima
Di atas sebuah dipan bapak, simbok dan empat bersaudara duduk mengelilingi menu makan malam mereka. Nasi yang masih mengepul, kluban (sayuran yg direbus), sambal dan "rese" (istilah untuk ikan asin didaerah itu).begitulah menu mereka sehari hari.
Tempe dan tahu sudah termasuk lauk yang sangat enak kala itu.bapak selalu berprinsip makan itu harus selalu bersama, ada satu yg belum berkumpul maka tidak boleh ada yang makan duluan.beda lagi dengan simbok yang berprinsip bahwa... #KembangDesa
#4 Empat
Adik pertamanya seorang laki laki, usia mereka tidak terpaut jauh. Semangat menuntut ilmu juga terpatri dihatinya.
Di rumah tugasnya adalah angon bebek. Sepulang mengaji ba'da shubuh dengan menutupkan kain sarung hingga kepala dia menembus dinginnya pagi yang berkabut itu. Ya di desa terpencil di sebuah kota yang terletak di kaki Gunung hawanya memang sangat dingin, saat yang lain masih terlelap dibalik hangat selimut atau ada juga yang menghangatkan diri didepan tungku kayu yang berfungsi sebagai dapur masa itu dia harus memastikan bebek bebeknya kenyang..... #KembangDesa
#3 Tiga
"hush hush hush!" serunya berkali kali sambil menarik tali rafia (tali plastik.red) yg terhubung dengan orang-orangan sawah agar burung pipit yg mengincar bulir padi pergi menjauh.
Ya itulah tugasnya sepulang sekolah. Sawah dibelakang rumahnya menjadi sumber penghidupan keluarga yang sangat berharga.
Itupun dilakukan sambil menggendong adiknya yg terkecil. Maklumlah dia adalah sulung dari empat bersaudara yang menjadi andalan membantu orangtua... #KembangDesa
#2 Dua
Sambil sesunggukan dia menyeka air matanya yang mulai meleleh, betapa orang orang dikampungnya mencemooh dan menghinanya, mereka bilang buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi toh akhirnya nanti hanya ketemu kasur, sumur dan dapur.
Tapi dia teringat kedua orangtuanya yang selalu bekerja keras, dia ingin memperjuangkan hidup keluarganya agar menjadi lebih baik, dia ingin membangun desanya agar lebih maju dan itu yang semakin membulatkan tekadnya untuk terus menuntut ilmu..... #KembangDesa
#1 Satu
Kerudung merahnya berkibar tertiup angin, wajah putihnya merona karena terik mentari. Tapi dia terus mengayuh sepedanya dengan ceria...
Ya dia sang bunga desa kala itu. Saat teman-teman wanita seusianya sudah disibukkan mengurus bayi, dia masih begitu semangat menuntut ilmu. Bukan karena dia dari keluarga kaya tapi sebaliknya dia hanyalah anak seorang petani kecil dan penjual obat keliling......
#KembangDesa
Senin, 01 Desember 2014
Ultah kaka diaz
Wah kaka ultahnya abis gajian jadi bolehlah jalan jalan keluar .berhubung musim hujan dan belum punya roda empat jadi sasaran kami adalah tempat yang nyaman dan dekat rumah.
Sekalian kaka bisa main di timezone akhirnya ayah memarkirkan pcx nya di lippo plaza kramat jati.
food court nya lumayan nyaman (pilih yang model shofa empuk )dan deket sama timezone jadi bunda bisa njagain sikecil sambil nungguin ayah nemenin kaka.
wah makan siangnya yummy kakak pesen ayam gorwng dan chicken fillet, ayah gurame asem manis dan bunda ikan bakar bumbu rica....lahap deh semua..
Kasian adik kakayaknya udah pengen makan...sabar ya dik nanti tunggu enam bulan..heee
Selamat ulang tahun yang keenam ya kaka muhammad diaz an-nabiel...tambah sholeh, sehat, cerda sukses dunia akhirat..aamiin...
Pulangnya beli kado buat kakaa...
Taraaa sepeda merah hitam merk exotic sukses dibawa pulang .ayah bela belain kehujanan bawanya...hehee...dapet pahala ya yah...
Love u ganteng gantengku...muaah
first trip for my 3 month baby
Itu adalah perjalanan pertama kami berempat pulang ke indramayu kota kelahiran ayah diaz. Ketemu ma kakek, eyang dan saudara semua.bunda juga bisa sekalian ngajar kejar tayang setelah cuti melahirkan heheee.
Tuuut tutttt...akhirnya kereta berangkat tepat jam 06.40 . Kami sengaja booking 4 tiket agar lebih nyaman...#Tegalexpress










