Selasa, 16 Desember 2014

#11 Sebelas


"Kukuruyuuuukk..." Kokok ayam jantan bersahutan membangunkan penduduk kampung. Fajar yang dingin itu begitu memabukkan sang gadis untuk terus berada didalam hangat selimut usangnya, namun dia harus mengabaikan rasa itu. Dia bergegas bangun dan segera ke pancuran.disana sudah ada Bapak, Simbok dan Adik pertamanya sedang antri ambil wudlu. Beriringan mereka berempat berjalan melawan dingin yang menggigit ke masjid yang terletak diujung jalan.

Selesai sholat shubuh anak-anak seusia mereka berlarian berebut mendapatkan urutan pertama mengaji ke Pak Kyai. Di Pak Kyai selesai, gadis itu dan adiknya mengejar waktu untuk kembali mengaji ke rumah pak Basuki.
Pulang mengaji sementara Adik pertamanya angon bebek sang gadis membantu Simbok di rumah. Membangunkan dua adiknya yang lain yang masih kecil dan menyapu halaman. Bergantian mandi dipancuran bambu samping rumah dengan anggota keluarga yang lain.
 

Satu persatu semua pergi meninggalkan rumah. Bapak berangkat ke sawah dengan segala perlengkapannya, topi tudung berbentuk kerucut, golok di pinggangnya dan pacul (cangkul) yang diletakkan di bahunya. Sekitar jam setengah enam sang gadis dan adik pertamanya berpamitan berangkat sekolah dengan bekal telur bebek yang dijual untuk ongkos.

Simbok pun bersiap memasak untuk nanti dikirim ke sawah...... #KembangDesa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar