Selasa, 16 Desember 2014
#15 Lima Belas
Tak terasa sang bunga desa telah beranjak remaja. Hari ini sebelum berangkat sekolah dia menyempatkan diri bercermin lebih lama dari biasanya. Disisir nya rambutnya yang ikal memanjang, diambilnya sebutir bedak bikinan Simbok (terbuat dari tepung beras dicampur air kemudian dibentuk bulat dan dijemur). hati hati diremukkan sebagian bedak tadi dengan kedua telapak tangannya dan diratakan ke-kulit wajahnya. Kemudian dia mengambil kerudung yang berbentuk seperti selendang panjang untuk menutupi kepalanya, bagian yang ter-juntai di selendang-kan di pundaknya.begitulah cara para gadis memakai kerudung kala itu sehingga masih nampak rambut rambut kecil di kening mereka.
Ya sang bunga desa sedang jatuh cinta. Untuk pertama kalinya dia merasakan getaran itu.waktu berangkat sekolah seakan menjadi waktu yang begitu mendebarkan. Perasaan yang sulit diungkapkan.setiap pagi ada seorang pemuda yang sepertinya sedang menunggu untuk sekadar melihatnya di persimpangan jalan dekat bukit kecil.entah-lah apakah itu hanya perasaannya saja dia juga tidak tahu.tapi hampir sebulan pemuda itu selalu berdiri di sana ditempat yang sama sambil terus memandangnya. Saat pandangan mereka bertemu lututnya agak gemetar, wajahnya terasa panas, jantungnya berdegup kencang, lidahnya juga terasa kelu dan dia hanya bisa buru buru menundukan kepala dan berjalan lebih cepat sambil menyembunyikan wajahnya yang merona....#kembangdesa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar