Senin, 22 Desember 2014

#Ending


Tigapuluh tahun kemudian: sang bunga desa kini telah menggapai cita citanya.kini dia menjadi seorang kepala sekolah.Aktif di berbagai organisasi di tingkat kecamatan dan kabupaten.di rumahnya masih berdiri taman belajar alquran al imron(diambi dari nama bapak).
Dia telah mempunyai tiga orang cucu.lima tahun yang lalu suaminya telah lebih dulu dipanggil Yang Kuasa.banyak yang datang mendekatinya namun dia selau berkata walaupun suaminya telah tiada tapi dia masih terus hidup dihatinya.perjuangannya kini sendiri lagi.
bapak dan simbok sudah sangat sepuh tapi masih sehat.mereka juga sudah berhaji.kehidupan mereka sudah jauh lebih baik. Tidak ada lagi yang menghina mereka sekarang.bapak dan simbok mempunyai dua belas cucu dan tiga orang buyut....-the end- ‪#‎kembangdesa‬




Ibu kepersembahkan tulisan ini untukmu ibuku...
Di hari spesial ini aku tak bisa bersimpuh dikakimu atau bahkan sekedar memeluk dan memasak untukmu...
Hanya bisa berdoa dari kejauhan untuk kesehatan dan kebahagiaanmu sambil menahan rindu..
Ya engkaulah sang bunga desa itu ibuku..
Terangkai dari kisah dan cerita om, bulik, mbah kakung dan mbah rayi, tetanggga dan semuanya...
Walaupun kecantikanmu tak menurun padaku(hahaaa) tapi prinsip hidup dan perjuanganmu ingin kutiru.
Aku yakin diluar sana banyak yang perjuangan dan pencapainnya lebih hebat darimu, tapi bagiku engkaulah ibu terbaik bagi anak anakmu...
Walaupun kadang kata kata mu terasa pahit tapi itu bagaikan obat yang menyembuhkan.karena tidak setiap yang manis itu baik.
Selamat hari ibu my mom, semoga senantiasa dalam limpahan nikmat dan berkah Yang Kuasa.
Maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu, walaupun aku yakin bahagiaku adalah bahagiamu.
Aku ingin menjadi ibu sepertimu ibuku...aamiin.

#22 Dua Puluh Dua


Selang beberapa minggu berkumpulah semua pembina pramuka di madrasah.tak disangka ternyata pemuda itu dan bunga desa sudah saling kenal sebelumnya.pemuda itu ingat sekali saat dia praktek mengajar disebuah sekolah. Ya dia pernah mengajar dikelas sang bunga desa.dia bahkan masih ingat saat awal awal berdiri didepan kelas dia sempat terpukau oleh kecantikan muridnya itu.
Hari berganti bulan. Kebersamaan sang pemuda dan bunga desa semakin sering karena sang gadis telah dipercaya juga untuk mengajar di madrasah itu. Benih benih cinta pun tumbuh diantara mereka.witing tresno jalaran soko kulino.itu kata orang jawa.walaupun sang bunga desa sempat ragu karena ternyata adik pemuda itu yang juga sama sama pengajar pernah menyatakan perasaan cintanya.
Singkat cerita akhirnya sang pemuda datang ke rumah bapak dan simbok untuk meminangnya.pemuda itu adalah pelamar ke empat puluh satu dalam hidupnya dan dia tak kuasa menolak. Membuat kumbang kumbang yang lain pupus harapan untuk memilikinya.memang bapak juga selalu bilang bahwa harta bukanlah jaminan kebahagiaan.Saat itu usia pemuda 29 tahun dan sang bunga desa 20 tahun.mereka menikah karena cinta.but It is not like a barbie movie with ending" they live together and happily ever after"...karena perjuangan mereka tak berhenti sampai disitu. Setelah menikah mereka tinggal dikampung sang gadis dan merintis taman belajar alquran dirumahnya.saat anak pertama lahir pemuda itu diangkat menjadi pegawai negeri sipil.saat anak kedua lahir istrinya juga diangkat menjadi pegawai negeri...‪#‎kembangdesa‬

#21 Dua Puluh Satu


Ditempat berbeda seorang pemuda yatim anak keempat dari lima bersaudara tergesa gesa masuk ke pasar . Dengan rute tercepat yang dihafalnya maka segeralah dia menemukan ibunya yang sedangg berjualan bumbu dapur di salah satu sudut pasar itu.ibunya memberikan sebuah bungkusan untuk dibawa pulang ke rumah kontrakan mereka. Dengan tergesa gesa juga dia segera berjalan pulang dari pasar ke rumah kontrakannya.sampai di sebuah rumah kecil dia masuk dan sudah ditunggu oleh adik laki lakinya. Dibukanya bungkusan dari sang ibu, satu kilo beras, sebungkus tahu mentah dan segenggam cabai rawit.dengan cekatan dia menanak nasi.sambil menunggu nasi matang dia mengambil ulekan, cabai rawit, garam dan bawang putih.ya dia sedang membuat sambel gosreh(sambal mentah).kemudian dia menuangkan air panas dari termos ke mangkuk dan membubuhinya dengan sedikit garam.tahu mentah yang sudah dicuci direndam didalam air garam tadi.saat nasi sudah matang dua bersaudara itu tidak sabar untuk makan.nasi yang masih mengepul panas dengan lauk tahu mentah dan sambel gosreh.sungguh nikmatnya bagi mereka.dan setiap haripun begitu.
kakak perempuan mereka telah menikah dan tinggal bersama suami di daerah kaliwiro.kakak kedua juga sudah menikah dan menetap di kalibeber.kakak ketiga sedang melanjutkan pendidikan di luar kota.tinggalah sang pemuda dan adiknya menemani ibu .ayah mereka telah lama meninggal sewaktu mereka semua masih kecil.beruntung ayahnya adalah seorang mantri kesehatan sehingga masih ada sedikit uang pensiunan untuk bekal mereka sekolah berlima, sisanya adalah hasil keringat ibu berjualan bumbu di pasar.sehabis maghrib sang pemuda selalu menyempatkan ke musholla dekat rumahnya.mengajari anak anak membaca alquran dan turutan(belum ada iqra saat itu).dia juga aktif dalam kegiatan pemuda di kampungnya.tubuhnya yang tinggi besar kontras dengan kepribadiannya yang ramah dan humoris.setelah selesai pendidikannya dia mengabdi di sebuah Madrasah tsanawiyah.selain mengajar dia juga aktif sebagai pembina pramuka.
Suatu saat di madrasah tersebut membutuhkan tambahan seorang pembina lagi.salah satu guru seniornya mengusulkan sebuah nama, dan itu adalah nama sang bunga desa....‪#‎kembangdesa‬

#20 Dua Puluh


Pendidikannya di PGA(pendidikan guru agama) sudah mendekati kelulusan.bapak dan simbok tidak sabar menunggu saat itu tiba.sejak sekolah dasar hingga menjelang kelulusannya sudah terhitung empat puluh orang pria yang kecewa karena pinangannya tidak diterima. Selain dari penduduk kampungnya sebagian lagi lagi dari tetangga desa dan luar kota. sungguh godaan yang besar.Tapi sungguh itu semua bukan karena kesombongan sang bunga desa tapi karena tekadnya yang ingin melanjutkan pendidikan.
Setelah lulus sang bunga desa mengabdi menjadi guru di taman kanak kanak. Honor pertama yang diterima kala itu sebesar enam ribu rupiah. hal itu semakin membuat orang orang yang suka menghinanya semakin menjadi jadi.ternyata walaupun sekolah juga bayarannya tidak lebih tinggi dari mereka. tapi sang bunga desa tetap berkeyakinan bahwa gusti Allah telah mengatur segalanya.doa dan ikhtiar pun terus dijalankan...‪#‎kembangdesa‬