Senin, 22 Desember 2014

#22 Dua Puluh Dua


Selang beberapa minggu berkumpulah semua pembina pramuka di madrasah.tak disangka ternyata pemuda itu dan bunga desa sudah saling kenal sebelumnya.pemuda itu ingat sekali saat dia praktek mengajar disebuah sekolah. Ya dia pernah mengajar dikelas sang bunga desa.dia bahkan masih ingat saat awal awal berdiri didepan kelas dia sempat terpukau oleh kecantikan muridnya itu.
Hari berganti bulan. Kebersamaan sang pemuda dan bunga desa semakin sering karena sang gadis telah dipercaya juga untuk mengajar di madrasah itu. Benih benih cinta pun tumbuh diantara mereka.witing tresno jalaran soko kulino.itu kata orang jawa.walaupun sang bunga desa sempat ragu karena ternyata adik pemuda itu yang juga sama sama pengajar pernah menyatakan perasaan cintanya.
Singkat cerita akhirnya sang pemuda datang ke rumah bapak dan simbok untuk meminangnya.pemuda itu adalah pelamar ke empat puluh satu dalam hidupnya dan dia tak kuasa menolak. Membuat kumbang kumbang yang lain pupus harapan untuk memilikinya.memang bapak juga selalu bilang bahwa harta bukanlah jaminan kebahagiaan.Saat itu usia pemuda 29 tahun dan sang bunga desa 20 tahun.mereka menikah karena cinta.but It is not like a barbie movie with ending" they live together and happily ever after"...karena perjuangan mereka tak berhenti sampai disitu. Setelah menikah mereka tinggal dikampung sang gadis dan merintis taman belajar alquran dirumahnya.saat anak pertama lahir pemuda itu diangkat menjadi pegawai negeri sipil.saat anak kedua lahir istrinya juga diangkat menjadi pegawai negeri...‪#‎kembangdesa‬

Tidak ada komentar:

Posting Komentar